Kredit Tebu Capai Rp 2,64 T, BRI Gandeng RNI

Kamis, 07 Maret 2013

JAKARTA — Potensi   Kredit Ketahanan Pangan & Energi (KKP-E) khususnya Tebu sangat besar. Per Januari 2013, realisasi kumulatif penyaluran KKP-E Tebu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencapai Rp 2,64 triliun kepada 1.425 debitur. Guna meningkatkan penetrasi pasar di kredit Tebu ini, BRI melakukan Penandatangan Kerjasama dengan  PT RNI  hari ini di Jakarta. Selain itu, BRI juga mengincar pembiayaan Peternakan Sapi Potong.

Sekretaris Perusahaan BRI, Muhamad Ali mengatakan, potensi kredit dari bisnis ini sebesar      Rp 707 miliar. "Potensi untuk pembiayaan tebunya Rp 507 miliar, sementara untuk ternak sapi potongnya Rp 200 miliar," jelas Ali.

Ali mengatakan,  dalam penyaluran kedua jenis kredit ini, nantinya RNI akan menerapkan pola kemitraan inti plasma, yakni dengan petani tebu dan peternak Sapi Potong.  "Dalam hal ini, RNI akan berperan sekaligus sebagai off-taker (penjamin pasar) dan avalis (penjamin kredit)", papar Ali.

Pembiayaan KKPE Tebu ini  untuk komoditas Tebu Masa Tanam Tahun (MTT) 2013/2014, & MTT 2014/2015. “Untuk memaksimalkan penyaluran KKPE Tebu, BRI akan memanfaatkan jaringan Pabrik Gula  RNI yang berlokasi di beberapa tempat seperti Krebet Baru di Malang, Pabrik  Rejoagung Baru di Madiun, Pabrik Madukismo di Yogyakarta, Pabrik Candi Baru di Sidoarjo, Pabrik Tersana Baru di Cirebon, Karangsuwung di Cirebon, Sindanglaut di Cirebon, dan Pabrik Jatitujuh di Indramayu, Majalengka,” ujar Ali.

"Sementara untuk peternakan Sapi Potong, fokusnya ke wilayah Subang, Jatibarang, Padang (Kerinci).  RNI akan bertindak sebagai off-taker (penjamin pasar), membeli hasil ternak peternak dengan harga yang sesuai dan yang telah disepakati dengan Peternak”, jelas Ali.

Tak hanya itu, RNI membentuk tim, untuk mengembangkan dan melakukan pendampingan teknis kepada peternak terkait budidaya penggemukan Sapi Potong. “Dalam program ini, RNI  bekerjasama dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah kerja RNI  yakni Subang, Jatibarang, dan Padang. Masyarakat yang memang merupakan peternak sapi,” pungkas Ali. Perusahaan akan menyediakan sebagian lahan di unit kerja RNI untuk dijadikan kandang kolonisasi budidaya sapi potong. Budidaya Penggemukan sapi potong oleh peternak dilakukan di kandang kolonisasi milik RNI yang berada di wilayah unit kerja RNI (Pabrik Gula ataupun Perkebunan Sawit).

Budidaya penggemukan sapi potong, dilakukan di kandang kolonisasi untuk mengoptimalkan hasil penggemukan sapi tsb. Sehingga dalam jangka waktu minimal 3 bulan, hasil sudah terlihat dan dapat dijual ke Pasar. "Sampai Januari 2013 lalu, Realisasi kumulatif penyaluran KKPE Ternak Sapi Potong dari BRI saja berjumlah Rp 1.83 triliun kepada lebih dari 7.700 debitur, jelas potensi yang besar buat BRI“, jelas Ali.

Sebagaimana diketahui, KKPE merupakan  kredit investasi dan atau kredit modal kerja yang diberikan kepada petani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan, kelompok (tani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan). Program ini diluncurkan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati. Beberapa objek yang dapat dibiayai antara lain Tanaman Pangan (Padi, jagung, kedelai, dll); Hortikultura (Bawang merah, cabai, kentang,dll); Peternakan (Sapi Potong, sapi perah, dll); Pangan (Gabah, jagung dan atau kedelai); Pengadaan / Peremajaan alat dan mesin; dan Perikanan. Realisasi Kumulatif Penyaluran KKPE dari Bank BRI sendiri, sampai dengan Januari 2013 mencapai   Rp 5,93 T kepada  lebih dari 19ribu debitur.

Hingga akhir tahun 2012 lalu, Bank BRI menguasai market share outstanding penyaluran KKPE secara Nasional yakni mencapai 63,55%, atau sebesar Rp  2,46 triliun.

KURSBELIJUAL
USD11,975.0012,165.00
AUD10,410.9610,666.15
CHF12,513.3212,811.22
EUR15,105.2615,445.59
GBP19,147.7419,563.64

*Last update 24/10/2014 8.15 WIB
Untuk transaksi kurang dari eq. USD 5.000

Saham BRI 25/10/2014
Last10,800
+/- (%)-50 (-0.46%)
High - Low10,850 - 10,575
Open - Close8,100 - 8,100
Volume29,817,800